Karakter Seseorang Ketika Memilih Fashion Untuk Kepribadian



Banyak hal yang bisa dijadikan sebagai salah satu penilaian kepribadian seseorang, salah satunya dengan melihat dari cara berpakaian orang tersebut. namun, cara berpakaian seseorang bukanlah tolak ukur mengenai baik atau buruknya kepribadian orang tersebut, melainkan bagaimana cara mereka menanggapi masalah sosial, psikologis, keuangan dan juga lainnya yang ada dalam hidup.

Apa yang dikenakan seseorang di hadapan orang lain, merupakan sebuah pesan mengenai kepribadiannya atau bagaimana karakternya. Berikut ada beberapa jenis karakter seseorang melalui bagaimana cara ia memilih fashion untuk kepribadian dirinya.
The Sloppy Dresser
Bila Anda memiliki kerabat ataupun sahabat yang sering berpenampilan santai dalam kesehariannya, maka ia patut disebut sebagai The Sloppy Dresser. Cara berpakaian karakter orang seperti ini terkesan santai dengan memilih ukuran baju dua atau tiga kali lebih besar dari ukuran tubuhnya, malah terkadang dalam kondisi lecek, kotor, hingga sobek. Tentunya, fashion jenis ini tak pantas untuk dikenakan ke kantor atau even formal lainnya.
Umumunya, The Sloppy Dresser memiliki pemikiran yang radikal dan bertolak belakang dengan segala bentuk hal konvensional. Kepribadiannya sangat acuh, keras, kekanak-kanakan, disertai dengan minimnya motivasi dan juga kurangnya rasa peduli. Namun di sisi lain, orang yang memilih fashion seperti ini memiliki kenyamanan dan kepercayaan diri pada suatu hal sehingga engga mengikuti arus atau tidak suka didikte oleh masyarakat.
The Designer Dresser
Biasanya, The Designer Dresser adalah orang yang memilih fashion untuk kepribadian yang sebenarnya merasa kurang nyaman dengan dirinya sendiri. Mereka memiliki masalah krisis identitas karena suka mengenakan pakaian mahal dan serba bermerek meskipun terlihat nyaman karena memiliki segalanya. Pada dasarnya, mereka terlalu mengandalkan materi untuk menutupi rasa percaya dirinya yang begitu minim dan cara berpikir yang cenderung asal-asalan.
The Goth Dresser
Para penggila Goth Dresser tidak selalu berarti mereka yang berpakaian gotik saja, tetapi juga menggambarkan orang yang suka berpakaian serba hitam, menggunakan riasan wajah gelap dan tebal, serta umumnya memiliki tato hingga tindikan di beberapa bagian tubuh.
Biasanya, Goth Dresser dianut oleh remaja kekinian usia 17 hingga 25 tahun karena mereka masih tergolong kategori orang yang sensitif, suka sensasi, memiliki emosi terpendam, kurang dewasa, penyuka seni, dan depresi.
Nah itu tadi adalah beberapa karakter orang yang memilih fashion untuk kepribadian masing-masing. Bagaimana dengan Anda?

Share on Google Plus

About Rizky Aditia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Post a Comment